Langsung ke konten utama

Postingan

Petikan Hikmah di Sebuah Peternakan Sapi

Petikan Hikmah di Sebuah Peternakan Sapi Oleh: Afif Yati Ketika Allah memperjalankan hamba-Nya Pagi ini, aku pergi menggiling daging ke jalan kaliurang. Berdasarkan informasi yang kuterima dari salah satu jamaah di grup halal class maskam, tempat penggilingan daging tersebut di km 9.8, di kanan jalan bertulisan Sri Ayu. Setibanya di sana aku melihat pramusajinya adalah laki-laki bercelana cingkrak, berjenggot cukup tebal, dan berpeci putih. Aku membatin, “sunnah.” Tanpa ragu aku langsung bertanya, “apakah di sini ada penggilingan daging, pak”. Walaupun pramusajinya adalah lelaki yang masih muda, aku tetap memanggilnya ‘pak’.   Sungguh, ini efek dari dua tahun berdinamika di Jama’ah Shalahuddin. “maaf mba, bukan di sini. Penggilingan Sri Ayu di dekat peternakan mba. Mba dari sini, tidak jauh di utara pom bensin itu ada gang. Lalu masuk aja, mba. Mentok sampai ujung. Di kiri itu penggilingan dagingnya” jelas pramusaji tersebut. “Terima kasih banyak, pak.” Aku langsung men...

Mukmin, Berbahagialah!

BAHAGIANYA MUKMIN DENGAN SABAR DAN SYUKUR Oleh: Afif Yati Sering sekali saya mendengar dan membaca ungkapan bahwa hidup di dunia tak lain hanyalah penjara. Faktanya, Adam dan Hawa diturunkan ke bumi akibat dosanya ketika di surga. Maka hidup dunia ini adalah hukuman atas dosa tersebut. Bagi seorang mukmin, dunia ini adalah persinggahan untuk menuju kehidupan hakiki di akhirat kelak. Di dunia ini, seorang mukmin dibekali hak dan kewajiban serta diberi ujian dan cobaan sebagai pengukur keimanannya. Ukuran keimanan, pelaksanaan hak dan kewajiban, serta ujian dan cobaan yang dilalui akan menentukan tempat yang sesuai baginya di akhirat kelak. Allah telah menjanjikan bahwa pada seorang muslim akan selalu ditimpakan ujian dan cobaan untuk membuktikan, mengukur, dan meningkatkan keimanannya. Ujian dan cobaan yang dimaksud tidak hanya kesulitan, ancaman, ketakutan, rasa lapar, dan lain sebagainya, melainkan juga kenikmatan dan kebahagiaan Salah satunya dalam ayat berikut: “ Apakah ...

Kado 45 Tahun

Kado 45 Tahun Hari ini, 45 tahun yang lalu ibuku lahir. Anak kedua dari empat bersaudara. Lahir dari keluarga petani yang kadang kurang, kadang berkecukupan. Ditambah dengan kenyataan orang tua yang berambisi membangun rumah indah membuat ibu dan saudaranya kurang mendapat makanan yang bergizi. Sering kali makan awetan ikan dan udang yang ternyata berdampak alergi pada beliau. Ibu bercita-cita menjadi bidan. Namun kandas karena tidak mampu secara biaya dan jasmaninya. Ibu sakit sinusitis akut yang bahkan menyebabkan beliau sering sakit kepala di waktu duha. Keadaan ini membuat beliau sulit berpikir berat. Alhamdulillah, ibu bisa menyelesaikan pendidikannya di sebuah madrasah aliyah di daerah kami. Pendidikan telah selesai, ibu tak mau berlama-lama hidup begitu-begitu saja. Akhirnya ibu menikah. Alhamdulillah ibu mendapat suami yang luar biasa. Suami yang memberi beliau kehidupan yang 180 derajat berbeda dari sebelumnya. Dari keluarga yang materialis menjadi keluarga yang qanaah...

JANGANMALU !1!1! dan jangan malu-maluin!!!

"Aku malu. Aku ga mau jual beras ini ke warung". Ibu diam sejenak lalu berkata, "Ya sudah, bawa beras ini ke Bu Sum. buat jajanmu besok, kan." Anak itu kembali menolak, "apalagi ke rumah bu Sum, bu. Aku malu. Pokoknya aku gamau. Aku malu. Titik."ibu menghela napas panjang lalu menaikkan suaranya, "Kenapa harus malu? kamu itu orang islam. orang beragama. lagi pula beras ini milik kita, bukan curian dan buka menjual dengan berbohong. Kamu berislam dan kamu jujur. Nda usah malulah!". Anak itu tetap diam dan tidak mau berangkat. Ibu segera mengganti pakaian sawahnya dan mengganti capingnya dengan jilbab coklat sepanjang dada. Anak kelas tiga SD itu bingung. Apa hubungannya malu dengan berislam? Apa hubungannya malu dengan berlaku jujur?Kenapa ibu ngomongnya kejauhan. Anak yang kepalanya penuh tanda tanya itu adalah saya. Saat itu, sangat banyak hal dalam hidup saya yang tidak saya terima dan membuat saya malu. Malu kalau bawa adek kemana-mana, ma...

Cinta Biru Langit

Hello dreamer girl. Apa mimpimu hari ini? Semoga yang terbaik itu menjadi kenyataan :)    Ini adalah tulisan pertama ku. Tulisan alay tanpa sitasi yang tidak bisa dibuktikan sisi ke- valid -annya. Sebuah catatan yang berkesan ketika aku di sini. Memang subjektif. Tapi, bagaimanapun juga tulisan ini akan berarti ketika kamu bisa memetik hikmah dari cerita ku.    Kuliah di kampus ini memang bukanlah cita-cita ku, bahkan tak pernah terlintas sama sekali. Aku meyakini bahwa inilah petunjuk Allah dan inilah yang terbaik. Karena hanya beginilah kualitas ku. Aku hanya bisa meminta yang terbaik. Apapun itu.    Sejak awal aku mencari alasan kenapa Allah mengizinkan ku menginjak kota ini, mengenyam bangku kuliah di kampus ini. Apa yang berbeda? Apa yang menarik? Apa yang terbaik di sini? Aku selalu mencarinya. Wahai Kampus Biru, apakah pesona mu?   Sudah 334 hari 11 jam aku di sini. Banyak kenangan ketika menjadi mahasiswa baru. Tapi pengalama...